Jumat, 11 Maret 2011

pengertian ekonomi makro

Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar.

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah “negara berkembang” biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang “miskin”.

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun

pengertian ekonomi makro mikro

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost).
Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
1. Ekonomi Makro

Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
• Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
• Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
• Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.
2. Ekonomi Mikro
Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.
Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
Dilihat dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro
Harga Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja) Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)
Unit analisis Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.

Tujuan analisis Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat. Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan
Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi
1. Masalah kemiskinan
Upaua penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar.
2. Masalah Keterbelangkangan
Masalah yang dihadapi adalah rerndahnya tingkat pendapatan dan pemerataannya, rendahnya pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas umum, rendahnya tingkat disiplin masyarakat, renddahnya tingkat keterampilan, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya modal, produktivitas kerja, lemahnya manajemen usaha. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, pertukranan ahli, transper teknologi dari Negara maju.
3. Masalah pengangguran dan kesempatan kerja
Masalah pengangguran timbul karena terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah melakukan pelatihan bagi tenaga kerja sehingga tenaga kerja memeiliki keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat karya, pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan kerja
4. Masalah kekurangan modal
Kekurangan modal adalah suatu cirri penting setiap Negara yang memulai proses pembangunan. Kekurangan modal disebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang menyebabkan tabungan dan tingkat pembentukan modal sedikit. Cara mengatasinya memlaui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif.

Peran dan Fungsi Pemerintah di Bidang Ekonomi
1. Fungsi stabilisasi, yaitu fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hokum, pertahanan dan keamanan.
2. Fungsi alokasi, yaitu fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa public, seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon.
3. Fungsi distribusi, yaitu fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.

Senin, 07 Maret 2011

kelebihan & kekurangan windows xp

Keunggulan Windows XP

• Microsoft Windows XP memiliki stabilitas yang tinggi terhadap sistem yang dimilikinya.

• Aplikasi yang dijalankan pada system Windows XP dapat dijalankan oleh komputer lain melalui internet.

• Dengan menggunakan Remote Assistence kita dapat memonitor kerusakan komputer yang terjadi pada komputer lain dari jarak jauh melalui internet.

• Memiliki sistem keamanan yang dapat digunakan untuk melindungi folder-folder khusus agar dapat digunakan oleh pemiliknya sendiri.

• Windows XP dapat digunakan untuk berbagi aplikasi secara real time ke seluruh dunia.



Kekurangan Windows Xp

• Pihak Microsoft sangat membatasi kenyamanan pemakaian terhadap sistem operasi Windows XP ini dimana setiap pengguna harus melakukan aktivasi pihak Microsoft pada periode-periode tertentu.

• Tidak adanya Java Virtual Machine seperti generasi-generasi Windows sebelumnya.

Jumat, 24 Desember 2010

JURNAL: MENCIPTAKAN HARMONI DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN: Rekonstruksi Pemikiran Frederick W. Taylor

ABSTRAK

Sebagai salah seorang tokoh manajemen ilmiah gagasan pemikiran FW Taylor sering mendapat kritik karena cenderung mengabaikan faktor-faktor psikologi dan sosial para employee (pekerja). Gagasannya yang menekankan efisiensi dianggap memperlakukan pekerja layaknya sebagai mesin. Akan tetapi jika ditelaah lebih jauh pemikiran beliau yang berjudul The Principles of Scientific Management kritik tersebut terbantahkan. Gagasan-gagasannya justru manusiawi, yaitu menciptakan situasi yang harmonis dalam perusahaan. Dalam penjelasan yang disampaikan dalam suatu testimoni di hadapat Masyarakat Ahli teknik Amerika Serikat (The American Society of Mechanical Engineers), ditegaskan bahwa perhatian utama dari manajemen ilmiah adalah bagaimana menciptakan suatu kondisi yang memaksimumkan kesejahteraan baik bagi pemilik perusahaan maupun bagi pekerja. Dengan kesejahteraan yang maksimum kedua element inti dalam perusahaan tersebut akan tercipta suatu situasi yang kondusif bagi terwujudnya harmoni dalam organisasi perusahaan, positive sum game, bukan situasi destruktif-antagonistik antar perusahaan-pekerja atau zero bahkan negative sum game.

Kata kunci: pekerja, employer, kesejahteraan, manajemen ilmiah

Pendahuluan

Kritik terhadap pemikiran manajemen ilmiah yang digagas oleh FW Taylor yang menganggap manusia sebagai makhluk yang sepenuhnya rasional dan memperlakukannya dalam pekerjaan sebagaimana layaknya mesin, tidak sepenuhnya benar. Kritik yang tidak benar tersebut disebabkan oleh pemahaman terhadap gagasan Taylor yang tidak komprehensif dan utuh. Gagasan Taylor diterima hanya sisi-sisi teknis saja seperti studi gerak dan waktu dan pengupahan diferensial. Aspek-aspek filosofisnya justru diabaikan yaitu bahwa hakekat efisiensi pekerjaan yang digagas adalah dalam rangka mencapai kesejahteraan maksimum bagi dua pilar utama dalam organisasi perusahaan yaitu pemilik perusahaan dan pekerja. Dengan memahami filosofi pemikiran Taylor tersebut, diharapkan dapat meluruskan stigma negatif yang selama ini dilabelkan pada pemikiran perintis manajemen ilmiah tersebut.

Pokok-Pokok Pemikiran
Perhatian utama pemikiran Taylor adalah bagaimana meningkatkan efisiensi, tidak hanya dengan menurunkan biaya yang lebih rendah tetapi dengan cara meningkatkan pembayaran yang lebih tinggi kepada pekerja melalui peningkatan produktivitas pekerja ke tingkat yang lebih tinggi (Weichrich and Koontz, 1993). Dengan cara tersebut kesejahteraan bersama dapat dicapai.
Kesejahteraan maksimum bagi employer tidak hanya diukur dari besarnya dividen tetapi juga berkembangnya bisnis pada tingkat maksimal. Sementara kesejahteraan bagi pekerja tidak hanya dengan upah tinggi, tetapi pada tingkat efisiensi maksimum yaitu di mana pekerja mampu bekerja pada prestasi tertinggi (Taylor, 1967). Sehingga kepentingan keduanya dapat berjalan secara pararel bukan berlawanan. Hal ini berarti bahwa kesejahteraan employer akan eksis dalam jangka panjang jika diikuti dengan kesejahteraan pekerjaan yang bekerja pada produktivitas tinggi.
Misalnya seorang employer (A) dan seorang pekerja yang terlatih secara bersama-sama membuat kaos kaki dan dalam satu hari dihasilkan 2 pasang kaos kaki (efisiensi tinggi). Sementara itu pesaingnya (B) hanya mampu membuat 1 pasang kaos kaki dalam satu hari (efisiensi rendah). Dengan 2 pasang kaos kaki yang dihasilkan akan diperoleh hasil penjualan 2 x lipat dari perolehan 1 pasang kaos kaki. Dengan upah tinggi sekalipun, A masih memperoleh sisa uang yang lebih besar dibanding dengan B


Sumber: Dolah dari Taylor, 1967 p.11
Kondisi dan efisiensi maksimum akan terwujud jika seluruh hasil kerja yang dicapai perusahaan merupakan hasil para pekerja pada tingkat efisiensi maksimum dalam pekerjaannya sehari-hari. Employer harus merubah pandangan sikap terhadap pekerja. Pandangan bahwa seluruh hasil kerja para pekerja adalah milik perusahaan semata harus dirubah. Hal ini penting didasarkan atas pengamatan Taylor terhadap perilaku pekerja yang disebut underworking dan soldiering.

Underworking merupakan suatu kondisi di mana seorang pekerja di bawah form atau di bawah kinerja yang seharusnya dapat dicapai. Seorang pekerja akan bekerja dengan 1/3 atau 1/2 kemampuan yang seharusnya dapat ia lakukan dalam sehari.

Soldiering merupakan kondisi di mana pekerja bekerja secara bermalas-malasan yang timbul secara alamiah (natural soldiering) maupun yang timbul secara sistemik (systematic soldiering). Natural Soldiering adalah sifat malas yang umumnya sudah melekat pada diri manusia.

Beberapa yang dapat menimbulkan Underworking dan Soldiering yaitu:
• Adanya kesalahpahaman, jika pekerjaan cepat selesai, order pekerjaan akan habis, sehingga akan membuat pekerja keluar dari pekerjaannya (dirumahkan). Akibat kesalahpahaman tersebut membuat pekerja bekerja pada batas minimal.
• Sistem manajemen yang kurang baik akan mengakibatkan pekerja akan bekerja dengan santai dan berusaha menjaga kepentingannya. Sistem ini akan menimbulkan soldiering (kemalasan) baik yang sifatnya alamiah maupun sistemik. Soldiering yang bersifat sistemik merupakan hal paling serius akibatnya terhadap efisiensi dan produktifitas kerja.
Di bawah ini terdapat suatu pernyataan yang mencerminkan systemic soldiering.
“Mengapa saya harus bekerja keras ketika si pemalas mendapatkan bayaran yang sama besar dengan apa yang saya kerjakan, padahal dia hanya bekerja setengah dari yang harus dilakukan”

Dari pernyataan di atas, maka systemic soldiering akan mendorong setiap orang meniru perilaku pemalas. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya karena akan mendorong timbulnya kemalasan kolektif (kemalasan berjamaah) yang akan berdampak pada produktivitas organisasi perusahaan.
• In-Efisiensi dari metode rule of thumb yaitu metode pelaksanaan pekerjaan yang yang didasarkan atas pengalaman yang diwariskan secara tradisional, dari mulut ke mulut, tidak berdasarkan filosofi dan prinsip-prinsip umum yang dikaji secara ilmiah.
Sehubungan dengan hal itu, Taylor mengajukan lima prinsip pendekatan ilmiah dalam manajemen yaitu:
1. Menggantikan cara kerja rule of thumb dengan cara kerja yang dianalisis secara ilmiah.
2. Menciptakan situasi yang harmonis dalam tindakan bersama.
3. Adanya kerjasama antar manusia dalam organisasi perusahaan, bukan individualisme.
4. Bekerja pada output maksimum, bukan pada output yang terbatas.Mengembangkan seluruh pekerja sampai pada tingkat kesejahteraan yang paling tinggi bagi dirinya dan perusahaan.

Manajemen Konvensional
Dalam manajemen konvensional, pengetahuan cara bekerja yang dimiliki para pekerja merupakan warisan nenek moyang sampai saat ini. Metode pekerjaan pada manajemen konvensional disebut rule of thumb atau pengetahuan yang tradisional karena manajemen konvensional tidak pernah ditemukan prinsip-prinsip umum dan obyektif bagaimana bekerja secara efisien dan efektif. Akibatnya setiap pengetahuan tentang pekerjaan hanya menjadi aset dan dimiliki oleh masing-masing pekerja tertentu.

Karena seluruh persoalan diserahkan kepada prinsip subyektif pekerja, maka tidak ada standar untuk mengukur secara pasti inisiatif, kecuali standar prinsip subyektif atau perasaan pekerja itu sendiri. Akibatnya, imbalan atas inisiatif juga tidak ada standar yang pasti.

Ketergantungan kepada inisiatif pekerja dalam menciptakan pekerjaan yang lebih baik, maka pemilik perusahaan kemudian memberi imbalan kepada para pekerja yang disebut insentif khusus.

Manajemen Ilmiah
Dalam manajemen ilmiah dikembangkan hukum-hukum dan mengajari secara menyeluruh para pekerja, tidak ada pengetahuan, prinsip dan temuan yang disembunyikan. Manajemen ilmiah akan menghasilkan output yang berlimpah baik bagi perusahaan maupun bagi para pekerja dibandingkan dengan manajemen konvensional

Elemen utama dari manajemen ilmiah adalah di mana tugas setiap pekerja secara penuh direncanakan oleh manajemen. Setiap orang menerima instruksi tertulis yang lengkap, uraian tugas yang harus dipenuhi, juga alat-alat yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan. Tugas yang harus dipecahkan tidak dilakukan oleh pekerja sendiri, tetapi dengan upaya kerjasama pekerja dan manajemen. Tugas tidak hanya berisi apa yang harus dikerjakan, tetapi bagaimana hal itu dikerjakan dan waktu yang disediakan untuk mengerjakannya

Taylor menyatakan bahwa peningkatan output dan keharmonisan antar pekerja dan manajemen diperoleh karena penggunaan empat elemen esensi alamiah, yaitu:
1. Pengembangan ilmu pengetahuan dan pengaturan yang secara ketat gerak setiap orang, penyempurnaan dan standarisasi seluruh kondisi dan implementasi kerja.
2. Penyeleksian dan pelatihan para pekerja menjadi orang kelas satu (the best).
3. Pekerja kelas satu, dengan ilmu dan keterampilannya dijadikan standar bagi pekerja lainnya.
4. Pembagian kerja dan tanggung jawab yang seimbang antara pekerja dan manajemen.
Keuntungan dari manajemen ilmiah antara lain:
1. Pekerja menerima upah yang lebih tinggi.
2. Pekerja bekerja lebih cepat sehingga jam kerja mereka menjadi lebih pendek.
3. Tidak adanya kekhawatiran apabila melakukan kesalahan dalam pekerjaan, karena ada yang membantu dan guru dalam manajemen untuk mempelajari kesalahan tersebut.
4. Adanya penurunan biaya material, meskipun menimbulkan pengeluaran ekstra.
5. Timbulnya hubungan yang akrab antara manajemen dan pekerja
Dengan demikian perubahan metode manajemen rule of thumb ke manajemen ilmiah menimbulkan perubahan komprehensif sikap mental dan pola pikir pekerja terhadap pekerjaan dan terhadap employer. Perubahan sikap mental dan kebiasaan pekerja dengan bekerja sepenuh hati dan bekerja dengan orang-orang dalam manajemen perusahaan

Simpulan, Implikasi dan Rekomendasi
Pemikiran Taylor melalui gagasan manajemen ilmiah secara filosofis ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan yang maksimum dua pilar utama organisasi perusahaan yaitu pemilik dan pekerja. Kesejahteraan ini akan dicapai apabila kedua pilar tersebut bekerja secara efisien. Untuk bekerja secara efisien diperlukan cara-cara dan teknik bekerja yang dikaji secara ilmiah sehingga sehingga dapat ditemukan cara dan teknik bekerja yang standarisasi. Salah satu hasil kajial ilmiah yang diterapkan Taylor tentang cara dan teknik bekerja yang terkenal adalah studi gerak dan waktu

Gagasan filosofis Taylor memang membawa implikasi dan sekaligus rekomendasi kepada beberapa hal yaitu:
1. Perubahan pola pikir dan cara pandang pekerja dan pemilik perusahaan.
2. Perubahan pola pikir akan tumbuh jika pengusaha dan pekerja sama-sama jujur dan saling terbuka satu sama lain. Keterbukaan akan muncul jika terdapat komunikasi intensif dan selalu berdialog satu sama lain dalam menentukan strategi dan target perusahaan sesuai dengan kemampuan dan potensi pekerja dan perusahaan. Sehingga pekerja pekerja akan merasa terlibat dan dilibatkan dalam penentuan kebijakan perusahaan dan menumbuhkan tanggung jawab moral.
3. Perlunya keterbukaan (transparansi) pemilik perusahaan, terutama berkaitan dengan pembagian dan distribusi hasil efisiensi pekerjaan yang harus diberikan kepada pekerja.
4. Berdasarkan hal tersebut, maka akan terjadi reposisi relasi antara pemilik perusahaan dan pekerja dari posisi saling berhadapan ke posisi saling bekerja sama.
5. Dengan reposisi relasi antara pemilik perusahaan dan pekerja, maka konflik industrial akan dapat ditekan pada tingkat minimal serta terciptanya efisiensi.
Jika itu semua terwujud dalam perusahaan, niscaya suasana dan kondisi dalam organisasi perusahaan akan tercipta dengan harmonis, konflik hubungan industrial dapat ditekan, yang pada akhirnya akan membawa berkah kepada kebangkitan perekonomian Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

RESUME/ PENDAPAT:
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan pekerja tidak hanya dengan menurunkan biaya yang lebih rendah tetapi dengan cara meningkatkan pembayaran yang lebih tinggi kepada pekerja melalui peningkatan produktivitas pekerja ke tingkat yang lebih tinggi juga dengan menghindari Adanya kesalahpahaman, jika pekerjaan cepat selesai, order pekerjaan akan habis, sehingga akan membuat pekerja keluar dari pekerjaannya (dirumahkan). Akibat kesalahpahaman tersebut membuat pekerja bekerja pada batas minimal.

Senin, 11 Oktober 2010

Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai

Selain itu Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:

1) goals oriented (berorientasi tujuan)
2) Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
3) structured activities
4) technological system.

Metode :

Berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.

Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :

Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.


Teori Organisasi

1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)

Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.



a. Teori Birokrasi

Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.


b. Teori Administrasi

Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.

Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :

- Pembagian kerja (division of work)

- Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)

- Disiplin (discipline)

- Kesatuan perintah (unity of command)

- Kesatuan pengarahan (unity of direction)

- Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi

- Balas jasa (remuneration of personnel)

- Sentralisasi (centralization)

- Rantai scalar (scalar chain)

- Aturan (oreder)

- Keadilan (equity)

- Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)

- Inisiatif (initiative)

- Semangat korps (spirit de corps)





MACAM ORGANISASI DARI SEGI TUJUAN DAN LUAS WILAYAHNYA

ORGANISASI NIAGA

1. Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.

Macam-macamnya yaitu :

Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan Komanditer (CV)

Firma (FA)

Koperasi

Join venture

Holding Company


2. Organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan.

Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat.










Peran Organisasi :

Jadi secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Berdasarkan arti dari organisasi yang diungkapkan oleh beberapa orang diatas, peran organisasi dalam sebuah perusahaan sangatlah penting, karena perusahaan didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan aktifitas, kerja sama, dan tentu saja orang yang melakukan aktifitas tersebut atau sumber daya manusia yang ketiga unsur ini terdapat dalam sebuah organisasi. Kesimpulanya, suatu perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu membutuhkan organisasi didalamnya agar bias tercapai tujuan tersebut.

Peran Metode :

Setelah mengetahui arti dari Metode itu sendiri, ktia bisa langsung menyimpulkan bahwa selain peran organisasi, metode tidak kalah penting perannya didalam sebuah perusahaan. Dengan adanya metode dalam sebuah perusahaan, maka perusahaan tersebut akan lebih mudah dan teratur dalam mencapai tujuan, visi dan misi yang telah ditetapkan. Namun menurut saya, ada beberapa factor yang mendukung untuk berjalannya suatu metode yang digunakan dalam sebuah perusahaan atau organisasi, antara lain : organisasi yang baik dan pemimpin organisasi yang tentunya juga harus baik dalam memimpin, sumber daya manusia yang berkualitas untuk melakukan kerja sama agar tercapai suatu tujuan, teori organisasi yang dipakai harus sesuai dengan jenis atau bentuk organisasi yang dibentuk di dalam perusahaan tersebut. Dengan demikian perusahaan tersebut akan lebih mudah dalam mencapai tujuanya serta akan lebih terstruktur dan rapih karena memiliki metode dalam organisasi nya.

Kesimpulan :

metode organisasi

Bentuk-Bentuk Organisasi
1. Ditinjau dari Jumlah Pucuk Pimpinan
a Bentuk organisasi tunggal adalah organisasi yang pucuk pimpinannya ada di tangan seorang. Sebutan jabatan untuk bentuk tunggal antara lain Presiden, Direktur, Kepala, Ketua; di dalam struktur organisasi pemerintahan dikenal sebutan jabatan Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Walikotamadya, Camat, Lurah; dalam struktur organisasi perguruan tinggi dikenal sebutan jabatan Rektor, Dekan.
b. Bentuk organisasi jamak adalah organisasi yang pucuk pimpinannya ada di tangan beberapa orang sebagai satu kesatuan. Sebutan jabatan yang digunakan antara lain Presidium, Direksi, Direktorium, Dewan, Majelis.
2. Ditinjau dari Saluran Wewenang
a). Bentuk organisasi jalur adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan, baik pekerjaan pokok maupun pekerjaan bantuan.
b). Bentuk organisasi fungsional adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu; pimpinan tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya.
c). Bentuk organisasi jalur dan staff adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan baik pekerjaan pokok maupun pekerjaan bantuan; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan satuan organisasi yang memerlukan diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang keahlian tertentu.
d). Bentuk organisasi fungsional dan staff adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap bidang kerja dapat memerintah semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan satuan diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.
e). Bentuk organisasi fungsional dan jalur adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap bidang kerja berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan tiap-tiap satuan pelaksana ke bawah memiliki wewenang dalam semua bidang kerja.
f). Bentuk organisasi jalur, fungsional dan staff adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan tiap-tiap satuan pelaksana ke bawah memiliki wewenang dalam semua bidang kerja; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan bidang diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.

ORGANISASI

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatuwadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu social, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasrnya digunakan sebagai wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
• Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
• James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
• Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
• Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan..

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.